Kumpulan Sejarah Preman Dari Indonesia

Dalam sejarah, Indonesia memiliki banyak sekali preman yang dikenal sangat menakutkan.

Bahkan pemerintah pun kesusahan dalam menangani kelakuan mereka.

Kekuatan yang dimiliki oleh preman-preman ini membuat banyak orang angkat tangan dan berharap tidak akan pernah bertemu mereka sampai kapan pun.

Preman atau gangster yang ada di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Mereka melakukan penjarahan kepada siapa saja, bahkan aksi-aksi keji pun kerap dilakukan.

Langsung saja, inilah 5 preman paling ganas yang ada di Indonesia dari dulu sampai sekarang. oke langsung aja ke TKP!!!download

KUSNI KADUT

Kusni Kasdut adalah preman sekaligus penjahat dan perampok kelas kakap yang pernah ada di Indonesia.

Bahkan bisa dibilang, ia adalah preman paling legendaris karena banyak sekali melakukan aksi mengerikan.

Salah satu aksi paling fenomenal dari Kusni Kasdut adalah saat ia merampok barang-barang dari Museum Nasional Jakarta.

Ia membawa lari 11 permata berharga dengan menyamar sebagai polisi.

Kusni Kasdut banyak sekali melakukan perampokan barang mewah. Ia tak segan-segan membunuh korbannya yang melawan.

Atas apa yang dilakukan ini, Kusni Kasdut mendapatkan hukuman mati dari pengadilan. Sebelum eksekusi datang, Kusni Kasdut akhirnya bertobat dan memeluk Agama Katolik.

SLAMET GUNDUL

Slamet Gundul adalah salah satu preman yang paling dicari oleh Polri tahun 1989.

Bahkan Direktur Reserse Mabes Polri Koesparmono Irsan mengisyaratkan untuk menangkap Slamet Gundul, hidup atau pun mati.

Kekesalan ini adalah buntut dari aksi keji yang dilakukan oleh Slamet Gundul dengan para komplotannya.

Mereka suka sekali merampok nasabah Bank yang baru saja mengambil uang.

Aksi ini dilakukan berkali-kali hingga polisi di Jawa, Nusa Tenggara dam Sumatra bagian selatan dikerahkan untuk mengepung Slamet Gundul.

Ia sebenarnya pernah ditangkap dan diadili meski berhasil kabur dari halaman Pengadilan Negeri.

Kasus Slamet Gundul benar-benar membuat citra Kepolisian jadi anjlok. Bagaimana tidak, Slamet Gundul menjelma bak belut yang susah ditangkap dengan cara apa pun.

DICKY AMBON

Dicky Ambon adalah preman yang hidup dan menguasai wilayah Yogyakarta.

Ia adalah orang yang banyak sekali melakukan aksi mengerikan seperti asusila pada wanita, perampokan, pencurian, hingga melakukan pembunuhan dengan keji.

Kasus paling besar yang pernah dilakukan oleh Dicky Ambon adalah pengeroyokan terhadap seorang Prajurit TNI.

Akibat hal ini Dicky Ambon dan tiga orang temannya ditangkap

Dicky Ambon akhirnya diadili dan dijebloskan di dalam penjara.

Saat di penjara, Dicky Ambon diserang oleh sekelompok orang bersenjata hingga membuatnya langsung tewas di tempat.

Oh ya, saat masih hidup, Dicky Ambon menguasai jalan-jalan yang menghubungkan Yogyakarta dan Solo.

JOHN KEI

John Kei adalah seorang preman asal Maluku yang memulai karier kepremanannya di Jakarta.

Ia masuk ke kerasnya ibu kota dan menjadi seorang rentenir. Ia menyewakan uang kepada banyak sekali orang lalu meminta bunga yang banyak.

Jika bunga tidak segera dibayar, hutang akan terus berlipat ganda dan membuat orang tersebut terus disatroni oleh John Kei.

Bila perlu apa saja yang ada di rumah akan dirampas.

John Kei saat ini berada di dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan.

Selama menjadi preman ia banyak sekali menyebarkan kengerian di Jakarta.

Bahkan warga yang terlanjur berhutang kepada John Kei harus rela semua yang dipunyai dirampas.

Terkadang masih bonus tindak kekerasan yang cukup parah.

John Kei lahir pada tahun 1969 dengan nama asli Jhon Refra Kei yang merupakan tokoh pemuda asal maluku yang lekat dengan dunia kekerasan di Ibukota.

Namanya semakin berkibar ketika tokoh pemuda asal maluku utara, basri sangaji meninggal dalam suatu pembunuhan sadis di hotel di jakarta selatan pada 12 Oktober 2004 lalu.

Nama John Kei semakin bersinar karena tidak ada saingan hingga john kei membentuk himpunan oraganisasi pemuda maluku AMKEI mencapai 12 ribu orang.

Lewat organisasi amkei tersebut, john kei membuat usaha dengan mendirikan jasa pengamanan dan menydiakan jasa penagih hutang terbesar di ibukota.

HERCULES

Hercules Rosario Marshal adalah nama aslinya… ia ternyata merupakan seorang pejuang yang pro terhadap NKRI ketika terjadi ketegangan Timor-timur sebelum akhirnya merdeka pada tahun 1999.

Maka tak salah jika sosoknya yang begitu berkarisma ia dipercaya memegang logistik oleh KOPASUS ketika menggelar operasi di Tim-tim.

Namun nasib lain hinggap pada dirinya, musibah yang dialaminya di Tim-tim kala itu memaksa dirinya menjalani perawatan intensif di RSPAD Jakarta.

JOHNY INDO

Johanes Hubertus Eijkenboom atau lebih populer dengan nama Johny Indo (lahir di Garut, Jawa Barat, 6 November 1948; umur 63 tahun) adalah pemeran Indonesia.

Johny Indo adalah seorang pria dengan tubuh jangkung dengan kulit sangat bersih.

Dengan tampang yang sama sekali tidak ada preman-premannya, Johny justru menjadi orang mengerikan.

Ia banyak sekali melakukan aksi perampokan terutama toko-toko emas yang ada di daerah Jakarta Pusat.

Dalam perampokan, ia juga kerap membawa banyak sekali pistol hingga tak banyak orang yang mampu melawannya.

Apa yang dilakukan oleh Johny tentu membuat banyak toko emas jadi ketakutan.

Polisi pun terus melakukan pengejaran hingga akhirnya mampu menahan Johny dan kawan-kawannya.

Oh ya, meski ia seorang preman dan juga perampok.

Banyak sekali barang hasil curiannya diberikan kepada para orang miskin.

Apa yang ia lakukan membuat Johny sering dianggap sebagai Si Pitung atau Robinhood dan saat ini beliau telah menjadi Da’i.

Olo Panggabean, The Real Nort Sumatra (Medan) Godfather

Olo Panggabean lahir di Tarurung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara 24 Mei 1941.

Nama lengkapnya adalah Sahara Oloan Panggabean, tapi lebih suka di panggil OLO, yang dalam bahasa Tapanuli artinya YA atau OK.

Sosoknya sangat bertolak belakang dari sebutannya yang dikenal sebagai “Kepala Preman.” Perawakannya seperti orang biasa dengan penampilan yang cukup sederhana.

Ia hanya mengunakan sebuah jam tangan emas tanpa satupun cincin yang menempel di jarinya. Sorot matanya terlihat berair seperti mengeluarkan air mata, tetapi memiliki lirikan yang sangat tajam. “Jangan panggil saya Pak. Panggil saja Bang, soalnya saya kan sampai sekarang masih lajang,”ujar Olo sambil tertawa.

Meski begitu, pengawal rata-rata bertubuh besar berkumis tebal dengan kepalan rata-rata sebesar buah kelapa.

Olo Panggabean diperhitungkan setelah keluar dari organisasi Pemuda Pancasila, saat itu di bawah naungan Effendi Nasution alias Pendi Keling, salah seorang tokoh Eksponen ’66’. Tanggal 28 Agustus 1969, Olo Panggabean bersama sahabat dekatnya, Syamsul Samah mendirikan IPK. Masa mudanya itu, dia dikenal sebagai preman besar.

Wilayah kekuasannya di kawasan bisnis di Petisah. Dia juga sering dipergunakan oleh pihak tertentu sebagai debt collector.

Sementara organisasi yang didirikan terus berkembang, sebagai bagian dari lanjutan Sentral Organisasi Buruh Pancasila (SOB Pancasila), di bawah naungan dari Koordinasi Ikatan – Ikatan Pancasila (KODI), dan pendukung Penegak Amanat Rakyat Indonesia (Gakari).

Melalui IPK (Ikatan Pemuda Karya) Olo kemudian membangun “kerajaannya” yang sempat malang melintang di berbagai aspek kehidupan di Sumut dan menghantarkannya dengan julukan “Ketua.” Selain kerap disebut “Kepala Preman”, yang dikaitkan dari nomor seri plat kendaraannya yang seluruhnya berujung “KP”, Olo juga dikenal orang sebagai “Raja Judi” yang mengelola perjudian di Sumut. Namun segala hal tersebut, belum pernah tersentuh atau dibuktikan oleh pihak yang berwajib. Terasa, tapi tidak teraba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *