Sejarah Hari Ini 21 July : Senyum Indah Ronaldinho Bersama FC Barcelona

Bandar Judi Baccarat Terpercaya – 13 tahun silam, Barcelona mendapatkan salah satu senyum pemain terbaik dalam sejarah sepak bola, senyum pemain asal Brazil, Ronaldinho Gaucho.

Senyuman adalah hadiah terindah yang bisa diberikan kepada seseorang. Bayangkan betapa girangnya jika Anda mendapat senyum ikhlas dari orang yang Anda cintai – entah itu kekasih atau keluarga. Mungkin, hati Anda akan merasakan letupan gunung berapi positif yang membahagiakan, berseri-seri, bahkan membuat Anda merasa di angkasa. Bandar Judi Roulette Terbaik

FC Barcelona pernah mendapatkan senyum memesona itu di masa lalu. Memang, senyum itu tidak diberikan secara cuma-cuma, bahkan terbilang mahal mengingat kisaran £21 juta yang disebutkan oleh media. Namun senyuman itu merupakan salah satu pemberian yang hingga saat ini belum tergantikan di Camp Nou. Situs Judi Online Terpercaya

Senyum itu berasal dari orang Brasil yang sangat mencintai sepakbola. Tidak pernah tidak tersungging di setiap pertandingan Blaugrana. Bahkan senyum yang memamerkan gigi yang kurang rata itu mendapatkan aplaus di Santiago Bernabeu. Apalagi kalau bukan senyum Ronaldinho Gaucho.- SBOBET

Wajar jika senyum Ronaldinho sulit lepas dari ingatan publik Camp Nou. Walau ia tidak terdaftar dalam skuat terbaik Barcelona sepanjang sejarah – yang diracik oleh Pep Guardiola dan memenangkan enam gelar dalam satu kalender, penyihir asal Brasil itu merupakan bintang utama generasi sebelumnya. Ia memegang peran penting dalam kebangkitan Blaugrana, membuat fans percaya akan kehebatan Barcelona, bahkan menghadirkan angin segar dalam sepakbola modern. – IBCBET

Bicara tentang Ronaldinho bukan hanya tentang gocekan maut dan gol-gol ajaib. Bicara tentang Ronaldinho berarti bicara tentang sepakbola sebagai jalan hidup. Bahwa sepakbola bukan hanya persoalan menang dan kalah, tetapi bagaimana permainan itu bisa mengundang senyum di wajah semua penontonnya. Setidaknya, itulah yang dikatakan oleh Ronaldinho: “Saya punya kesempatan untuk memperoleh penghasilan dengan apa yang paling saya sukai dalam hidup, dan itu adalah bermain sepakbola bersama teman dan team saya. Saya bisa membuat orang bahagia dan menikmati diri saya di saat bermain bersamaan.” – WWBET

13 tahun lalu, Barcelona berada dalam periode terkering dalam satu dekade. Tidak ada trofi yang mampir di kabinet kaca, satu-satunya trofi dibawa oleh Louis van Gaal ketika memenangkan La Liga 1999. Setelah itu, Barca selalu tenggelam dalam bayang-bayang sang rival, Real Madrid. baik di kancah domestik maupun Eropa. – SABUNG AYAM

Sudah jelas Barcelona membutuhkan pahlawan baru di lapangan. Tadinya, Barcelona menargetkan David Beckham untuk menjadi pahlawan mereka. Joan Laporta mengumumkan pergerakan transfer tim suksesnya untuk menggaet gelandang Mancehster United itu. Namun, transfer Beckham ke Real Madrid sudah jauh-jauh hari disepakati.

Kegagalan mendatangkan Beckham memang layak disesali, tapi jika mengingat kegagalan tersebut, sejatinya Barcelona mendapatkan keberuntungan di balik musibah. Ketimbang menggelontorkan uang untuk bintang Inggris itu, Barca justru menghabiskan uang sebesar €30 juta untuk gelandang Paris Saint-Germain: Ronaldinho.

United, yang sedang mencari pengganti Beckham, telah mengarahkan pandangan pada penyihir Brasil tersebut, tapi wakil presiden Sandro Rossel memanfaatkan kontaknya untuk meyakinkan sang juara Piala Dunia hengkang ke Spanyol. Proyek ambisius dan segar pun dijadikan iming-iming untuk Ronaldinho yang disebut dewa sepakbola di Brasil. Tanpa pikir panjang, Ronaldinho akhirnya teken kontrak.

Ia menandai debut kandangnya di La Liga dengan spektakuler. Menggiring bola dari kiri, menari melewati dua pemain, lalu mengirim sepakan jarak jauh yang menggetarkan mistar sekaligus menggoyang jaring gawang Sevilla. Kesan pertama memang menggoda, tapi perjalanan karier O Rei tidaklah semudah bayangan awal.

Pasukan Frank Rijkaard terganjal masalah inkonsistensi, menelan kekalahan demi kekalahan di 2004, sampai terjerembap ke peringkat 12 La Liga dan memunculkan isu pemecatan sang maestro. Namun Barca disegarkan oleh kedatangan Edgar Davids. Gelandang penuh energi itu memberikan kekuatan di lini tengah sehingga Ronaldinho memiliki ruang lebih untuk menampilkan sihirnya. Dalam 20 laga terakhir, Catalans mengklaim 48 poin, hanya kalah dua kali, dan Rijkaard berhasil finis di tempat kedua, hanya kalah dari Valencia yang menjadi kampiun.

Ronaldinho memegang peran besar saat itu, mencetak 22 gol dan mengarsiteki 14 gol. Ada beberapa gol hebat dalam daftar itu, termasuk gol salto kontra Osasuna, namun sang gelandang Brasil melampaui imajinasi publik Camp Nou dengan festival dribel, nutmeg, dan berbagai trik lainnya. Sepakbola terlihat begitu menyenangkan setiap kali menyaksikan Ronaldinho yang selalu tersenyum, bahkan fans dipaksa untuk mengabaikan tempat duduk dan terus berdiri, menantikan keajaiban yang mungkin terjadi di setiap detiknya.

Gelar hanyalah tambahan dalam perjalanan karier Ronaldinho di Spanyol. Lebih dari itu, ia membuat fans Barcelona percaya akan adanya kesuksesan. Ia adalah inspirasi, percikan yang memicu api besar di Barcelona. Lionel Messi remaja pun menimba segudang ilmu dari Sang Penyihir Porto Alegre – bahkan gol debut Si Kutu bermula dari assist brilian sang legenda.

Sayang, karier Ronaldinho terganjal oleh kehidupan malam yang berlebihan. Ia semakin gemuk di Barcelona. Walau sentuhan ajaibnya masih tersisa, manajer baru Pep Guardiola tidak memandangnya sebagai hal bagus, bahkan menganggapnya sebagai pengaruh buruk untuk Messi muda. Karier Ronaldinho sebagai pemain Barcelona pun berakhir di musim panas 2008.

Masa baktinya memang cuma sebentar, tapi Ronaldinho telah memberikan pengaruh yang tak bisa diremehkan. Senyum ceria di lapangan hijau itu membuat fans Barcelona bangkit dari depresi setelah deretan musim tanpa gelar. Dinho menciptakan perbedaan di Camp Nou, bahkan mengawali kemunculan generasi baru Barcelona yang saat itu diracik oleh Guardiola.

Sekarang Barcelona punya Lionel Messi dengan deretan rekor dan gelarnya. Namun senyum Ronaldinho tetaplah tak tergantikan. Dan tak ada salahnya bernostalgia tentang awal kedatangan Sang Penyihir Porto Alegre ke Camp Nou, 13 tahun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *